APA DAN BAGAIMANA SEDOT PUSAKA

Kamis, 18 September 2014 | 0 komentar


Pertanyaan :
Apa itu ilmu sedot pusaka ?

Jawab :
Ilmu sedot pusaka adalah ilmu warisan leluhur dan nenek moyang yang secara khusus adalah sebuah ilmu untuk menarik dan mewujudkan pusaka dari alam ghoib ke alam dzohir/nyata.

Pertanyaan :
Apa saja yang dimaksud pusaka ?

Jawaban :
Pusaka adalah benda yang umumnya berupa senjata yang memiliki tuah/fungsi khsusus yang jika pusaka tersebut dipergunakan oleh pemegangnya, maka tuah/fungsi tersebut akan bekerja dan dapat dipergunakan.

Contoh pusaka berupa gaman misalanya adalah keris, pedang, tombak, trisula, golok, samurai, kujang, badik, dll. Pusaka berupa batu misalnya adalah akik, mustika, merah delima, dll. Dan ada juga berupa benda-benda seperti batara karang, jenglot, rantai babi, gelang bahar, dll.

Pertanyaan :
Dimana biasanya lokasi pusaka terpendam ?

Jawaban :
Biasanya pusaka terpendam di lokasi-lokasi bekas pertempuran prajurit kerajaan seperti majapahit, mataram, sunda kelapa, dll. Namun ada juga pusaka yang berada di makam-makam keramat dan makam khusus yang memang sengaja ditanam pusaka miliknya semasa hidupnya.

Pertanyaan :
Bagaimana cara menyedot atau menarik pusaka ?

Jawaban :
Ini dia pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Hehe,,

Ilmu sedot pusaka ada berbagai macam versi dan cara mulai dari versi hikmah sampai ke versi kejawen. Namun kesemuanya berprinsip sama yaitu bertujuan untuk menarik dan mendzohirkan pusaka terpendam. Dari kesekian banyak versi dan cara ilmu sedot pusaka, ada juga yang memang benar-benar menggunakan ilmu teknologi canggih, seperti menggunakan metal detector untuk mendeteksi titik lokasi keberadaan pusaka dan kemudian menggunakan alat berat mulai dari cangkul sampai dengan tractor untuk mengeruk dan menggali pusaka.

Secara umum langkah-langkah untuk menarik/menyedot pusaka adalah sebagai berikut :
1.    Cari dan tentukan lokasi pusaka. Cara mengetahui lokasi pusaka bisa melalui cerita sejarah kerajaan, cerita orang setempat, melalui terawangan mata bathin, atau bisa juga melalui mimpi yang sengaja diniatkan untuk mencari tahu keberadaan pusaka.
2.    Setelah lokasi pusaka didapat maka selanjutnya melakukan ritual atau tirakat di lokasi atau bisa juga dilakukan di rumah dengan media sampel tanah dari lokasi dan sudah dikasih sarananya berupa minyak, sesajen, kelapa ijo, dll. Sarana sesaji tidak boleh sembarang kasih, tapi harus sesuai dengan permintaan si penjaga pusaka (sudah melalui komunikasi dan negosiasi). Namun jika penunggu pusaka minta sesaji yang berat dan aneh-aneh, maka lebih baik tidak dilanjutkan proses penyedotan pusaka karena akan berdampak negatif besar.
3.    Ritual yang umum dilakukan adalah dengan mengirimkan hadiyah fatihan kepada penunggu pusaka, dan pembacaan surat Al Ikhlas minimal 1.500 kali. Biasanya sebelum genap sampai hitungan 1.500 kali, maka pusaka sudah tersedot namun lebih baik pembacaan surat Al Ikhlas harus digenapkan sampai 1.500 kali.
4.    Setelah pusaka tersedot biasanya ada yang langsung dzohir namun ada juga yang belum dzohir ke alam nyata namun hanya berupa aura dan energinya saja. Jika hal itu terjadi maka bisa dibacakan sholawat sebanyak-banyaknya sampai pusaka benar-benar dzohir dan dapat dipegang.
5.    Selesai

Pertanyaan :
Apakah semudah itu untuk menyedot dan mendzohirkan pusaka ?

Jawaban :
Iya semudah itu saja caranya. Namun untuk mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi maka butuh keseriusan dan keyakinan tinggi dan tanpa keraguan sedikitpun.
Biasanya para pemula akan mengalami kegagalan yang berulang-ulang dan terlalu cepat berputus asa. Namun disitulah proses untuk mencapai keberhasilan. Jika sudah berhasil satu kali saja dalam proses penyedotan pusaka, maka selanjutnya akan lebih mudah.

Pertanyaan :
Ada yang bilang katanya jika ingin punya ilmu sedot pusaka, maka harus memiliki ilmu terawangan yang bagus, dan ilmu magnetisme yang bagus pula. Apakah benar ?

Jawaban :
Iya benar. Ilmu terawangan untuk mengetahui lokasi pusaka dan kemampuan berkomunikasi dengan penjaga pusaka. Ilmu magnetisme sebagai media kepekaan terhadap pusaka yang akan didzohirkan.

Pertanyaan :
Jadi kalau belum punya ilmu terawangan dan magnetisme, maka belum bisa menyedot pusaka ?

Jawaban :
Tidak  juga seperti itu. Untuk mengetahui lokasi pusaka tidak hanya dengan ilmu terawangan, namun bisa melalui mempelajari sejarah kerajaan, dan cari lokasi yang dijadikan tempat peperangan. Maka disitu 100% sudah pasti ada pusaka. Dan jika belum punya ilmu magnetisme maka bisa melakukan ritual seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Pertanyaan :
Apakah di makam-makam wali atau makam keramat juga ada pusaka ?

Jawaban :
Di makam-makam wali atau makam keramat tidak ada pusaka terpemdam, kecuali memang dulunya sengaja ditanam pusaka miliknya berbarengan dengan pemakamannya. Namun biasanya di makam-makam wali ada pusaka yang datang tersedot ke makam tersebut atau biasanya disebut pusaka munggahan.

Pertanyaan :
Apakah proses menyedot pusaka pendaman dan pusaka munggahan sama ?

Jawaban :
Beda. Pusaka munggahan bukan sengaja disedot atau ditarik, tapi dengan kita melakukan tawasul dan hadiyah fatihah kepada ahluh maqom, maka pusaka itu akan mendzohir dengan sendirinya.

Pertanyaan :
Apakah pusaka bisa habis ?

Jawaban :
Pusaka terpendam peninggalan peperangan kerajaan bisa habis tersedot, namun pusaka yang dapat disedot tidak akan pernah habis. Karena pusaka seperti keris masih terus diproduksi. Misalnya di daerah keraton solo dan jogja setiap tahun dilakukan produksi pusaka oleh para empu dan dilakukan pelarungan pusaka di bulan suro. Dan pusaka-pusaka larungan itu lah yang akhirnya diambil oleh danyang/penunggu pusaka dan disembunyikan, lalu bisa kita tarik/sedot.

Pertanyaan :
Mengenai ilmu sedot pusaka versi kejawen bagaiamana ?

Jawaban :
Ilmu sedot pusaka versi kejawen pun ada banyak jenisnya. Ada ilmu yang menggunakan bantuan khodam/jin untuk membantu proses penarikan pusaka, ada juga yang hanya menggunakan mantra khusus untuk menyedot pusaka.

Pertanyaan :
Jika menggunakan khodam bagaimana dan menggunakan mantra bagaimana ?

Jawaban :
Ilmu yang menggunakan khodam maka kita harus bertemu dengan khodam/jin tersebut dahulu dan biasanya akan dilakukan perjanjian dan persetujuan antara kedua belah pihak yang jika kita sanggup menepati permintaan si khodam/jin, maka khodam/jin tersebut akan bekerja untuk menarik dan mendzohirkan pusaka.

Ilmu yang menggunakan mantra adalah mantra khusus yang jika kita bacakan baik sengaja maupun tidak sengaja di lokasi ada pusaka, maka pusaka terpendam akan secara otomatis tersedot ke si pembacanya. Untuk mendapatkan lafadz mantra tersebut harus melalui ritual dan tirakat cukup berat dan hampir tidak semua orang awam yang sanggup mengerjakannya.

Pertanyaan :
Jadi lebih efektif mana antara ilmu hikmah atau ilmu kejawen ?

Jawaban :
Keduanya efektif. Namun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Pertanyaan :
Apakah bisa sekalian dibabar lebih detail mengenai kedua versi tersebut ?

Jawaban :
To be continued. Hehehe,,,,

Memohon Syafa'at dan bertawasul

Minggu, 14 September 2014 | 0 komentar

Memohon Syafa'at dan bertawasul

Pertanyaan : 

apakah syafa'at dan bertawasul kepada ulama orang-orang sholeh/hah dan kepada ahlul baitnya Nabi Muhammad dpierbolehkan atau di larang ??

Jawaban : 

Amirul Mukminin Umar bin Khatab pun melakukannya, beliau bertawasul pada Alloh dengan pamannya Nabi Muhammad Saw, ketika memohon hujan.

Sehingga didalam kitabnya yang berjudul Fathul Bari Syarahnya kitab Shohih Bukhori pada jilid 2 hal 497 Imam Ibnu Hajar Al-'Asqolani berkata : dalam mensyarahi Hadits bertawasulnya Sayyidina Umar bin Khotab dengan Sayyidina Abas Ra ini :

ويستفاد من قصة العباس إستحباب الإستشفاع بأهل الخير والصلاح وأهل بيت النبوة


Maka dari kisahnya Abas ini bisa disimpulkan, bahwa memohon syafa'at (pertolongan) dengan orang baik sholeh atau ahli baytnya Nabi itu sangatlah dianjurkan/penting

Alhamdulillah, Imam Al-'Asqolani ternyata menganjurkan memohon Syafa'at/pertolongannya orang-orang Sholeh dan ahli baitnya Nabi Muhammad Saw.

(Fathul Bari Syarah kitab Shohih Bukhori jilid 2 hal 497)

Bacan Palamea

Senin, 11 Agustus 2014 | 0 komentar

Bacan palamea crystal

Akik kendit

Rabu, 09 Juli 2014 | 2 komentar

Batu akik kendit

SEDOT PUSAKA (gaman, akik, keris, tombak, pedang, mustika, BK, MD, RB, dll

Selasa, 20 Mei 2014 | 4 komentar


1. Hasil pusaka tarikan/sedot kami jamin bukan seperti barang-barang yang dijual di toko-toko pusaka pada umumnya.


2. Benda pusaka adalah benda berupa senjata seperti keris, pedang, golok, tombak, trisula, batu akik, mustika, dll yang pernah digunakan oleh prajurit perang di zaman kerajaan dahulu yang sudah terpendam ratusan tahun di dalam tanah dan dikuasai oleh danyang/penjaga pusaka.

3. Lokasi pusaka biasanya terletak di daerah-daerah bekas pertempuran atau peperangan para prajurit kerajaan.

4. Biaya/mahar bervariasi sesuai lokasi pusaka terpendam, dan bukan berdasarkan jenis pusaka yang keluar. Dan dibayarkan setelah benda pusaka benar-benar keluar dan sudah mewujud nyata.

5. Jika lokasi suspect ternyata tidak terdapat pusaka yang dimaksud (berdasarkan hasil deteksi kami), maka mahar tidak perlu dibayarkan.

6. Proses penarikan pusaka dilakukan siang hari, dan bisa disaksikan langsung oleh siapapun (tanpa unsur trik dan rekayasa). Dan tanpa ubo rampe/sesajen apapun.



CONTOH PUSAKA HASIL TARIKAN















DO'A NURBUWAT

Rabu, 17 Juli 2013 | 0 komentar



Do’a Nurbuat terbilang cukup populer bagi kaum muslimin di Indonesia, terutama dikalangan santri ponpes Salafiyah. Do’a ini dinamakan dengan “Doa Nurbuat” mungkin berasal dari kata bahasa Arab Nurun Nubuwwah (Arab, نور النبوة ) atau cahaya kenabian. Do’a ini biasanya dapat kita jumpai dalam kitab kecil yang berisi kumpulan do’a seperti kitab majmu’ syarif. Sebagian orang menyatakan bahwa do’a ini berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diajarkan oleh Malaikat Jibril alaihissalam.

Dari segi ilmu hikmah dan tenaga dalam, banyak sekali khasiat dari do'a nurbuat ini. Seperti untuk urusan mahabbah, kekebalan, menembus alam astral/ghoib, terawangan, dan bahkan untuk urusan tarik pusaka/benda ghoib. Jika kita memiliki mental baja, do'a ini pun bisa dijadikan media untuk "meraga sukma" dan memasuki alam ghoib yang insyaallah akan dibeberkan tatacaranya nanti dikemudian hari.

Nah untuk ilmu tarik pusaka/benda ghoib, bisa melalui tatacara sebagai berikut :

1. Sediakan air kelapa ijo yang sudah ditaruh di wadah (klo saya biasanya menggunakan baskom)

2. Tetesi air kelapa ijo dengan 3 tetes minyak misik. boleh misik hitam, ja'faron, isbambul, lebih bagus lagi minyak fonibasalwa 3 atau 5 jarum.

3. Kembang tujuh rupa jangan lupa,, !

4. Bacakan do'a nurbuat 3 x lalu tiupkan ke wadah tadi yang sebelumnya sudah bertawasul terlebih dahulu seperti biasanya.

5. Kemudian taruh wadah tadi di tanah, lalu mundurlah 7 langkah.

6. Lalu bacakan do'a nurbuat berulang-ulang dengan niat untuk menarik pusaka. Dan biasanya akan banyak penampakan yang muncul seperti kelebatan sinar dan cahaya yang menghampiri wadah tadi. Cahaya dan sinar itulah yang nantinya akan mewujud menjadi pusaka dan mustika. Makin banyak kita membaca do'a nurbuat, maka makin banyak pusaka & mustika yang akann tersedot ke wadah.

7. Lakukan pembentengan dan jika perlu perlawana terhadap makhluk penunggu yang akan mengganggu ritual.

8. Dan jika dikira sudah cukup maka sudahilah ritual dengan perbanyak baca hamdalah. Pusaka & mustika itu bisa kita bawa pulang.

9. Lakukan ritual penarikan pusaka ini di lokasi yang tentunya sudah diterawang dan dideteksi bahwa di lokasi itu memang ada pusaka atau mustika nya. Jika belum diterawang atau kita belum tahu ada atau tidaknya. maka ritual ini akan sia-sia belaka. wallaahu a'lam.

GUNUNG PANCAR

Sabtu, 22 September 2012 | 1 komentar

Hasil perburuan pusaka di Gunung Pancar
Keluarga Ngobor Pusaka


Pada Hari Jum’at Tanggal 21 September 2012 pukul 21.00 WIB, team melakukan perjalanan berburu pusaka ke Gunung Pancar. Dengan mambawa bekal dan sesaji sekedarnya, team mengawali perburuan dengan laku tirakat pembacaan doa dan pendeteksian area. Dan mujur sekali, satu batu mustika Cubung Ulung berhasil diwujudkan.

Kali ini Team Ngobor Pusaka yang dikomandani oleh Ki Dede mencoba melakukan metode penarikan yang cukup unik yaitu dengan menggunakan media tepung terigu berwadah plastik hitam yang tentunya sudah diberi paduan minyak dan sudah “dimantrai” bersama. Media diletakkan di pusat energi ghaib dan pusaka ditarik dari kejauhan. Dan atas izin Yang Maha Kuasa, kolabirasi antara Ki Dede dan Ki Lesmono berhasil menarik dan mewujudkan 8 jenis pusaka, diantaranya adalah golok, keris harimau putih, giok, dan batu tiger eye.

Dari ke delapan pusaka yang didapat, keris harimau putih lah yang cukup sulit ditaklukkan karena dari awal prosesi penarikan pun “khodam pusaka” sudah mengancam dan “menantang” kedatangan team. Sempat terkecoh sedikit dengan muncul cahaya kecil berwarna hijau yang dijadikan sebagai pengalihan pandangan dari “khodam pusaka”. Intruksi komandan team agar penarikan sedikit waspada dan tidak terkecoh. Dan alhamdulillah harimau putih pun berhasil ditaklukkan dan keris pusaka berhasil diwujudkan.

Perjalanan perburuan kali ini bisa dikatakan cukup “fun” dan santai namun tetap fokus. Karena proses penarikan dibarengi juga dengan relaksasi para anggota team dengan berendam di pemandian air panas sambil bersenda gurau untuk meningkatkan keakraban dan kekompakan team. Sambil berpose di suasan dan pemandangan asri Gunung Pancar membuat kekompakan team Ngobor Pusaka semakit erat dan tidak mudah digoyahkan.

Dan semoga perjalanan berburu kali ini diberkahi oleh Allah dan menjadi pengalaman berharga bagi team dan semuanya. Amin.
 
Piranti pusaka ingkang wonten ing pasarean mriki kulo suwu jemedul kanthi kersaning Gusti Allah.