ILMU SEDOT PUSAKA WARISAN KANJENG SUNAN KALIJAGA

Kamis, 06 November 2014 | 0 komentar


 Adalah menjadi kewajiban kita sebagai anak bangsa untuk menjaga dan melestarikan berbagai keilmuan kebatinan yang berasal asli dari Indonesia. Khususnya di daerah Jawa yang juga memiliki banyak beragam keilmuan dan laku tirakat bermacam-macam yang tentunya adalah sebuah sarana mencapai ke derajat “manunggaling kawula gusti” yaitu menyatu dengan keharibaan Ilahi Robbi selaku pemilik tunggal semua keilmuan dan kesaktian di seluruh muka bumi.

Ilmu sedot pusaka adalah salah satu ilmu dari sekian banyak keilmuan kebatinan di wilayah Jawa. Kenapa di Jawa ? karena Jawa adalah pusat peradaban Islam di Indonesia dan menjadi pusat kerajaan hindu-budha dan islam terbesar di Indonesia. Ilmu sedot pusaka termasuk ke dalam jenis ilmu kasepuhan yang  memiliki banyak jenis dan variannya. Jika dibedakan menjadi 2 (dua) maka ilmu sedot pusaka terdiri dari ilmu versi kejawen dan ilmu versi hikmah. Ilmu versi kejawen adalah ilmu dengan menggunakan mantra-mantra berbahasa jawa kuno dan melalui tirakat khusus yang cukup ekstrim, sedangkan ilmu versi hikmah adalah menggunakan ayat/kalimat thoyyibah berbahasa arab yang bisa diambil dari bahasa al qur’an ataupun do’a berbahasa arab.

Ilmu sedot pusaka versih hikmah pun banyak macamnya. Yang pada intinya baik ilmu versi kejawen maupun ilmu versi hikmah adalah semua kembali kepada Sang Tunggal pemilik seluruh ilmu dan kesaktian yaitu Allah SWT. Dan memiliki satu maksud keilmuan yaitu mampu melihat dan menarik keluar (ke alam nyata) berbagai jenis benda pusaka (dari alam ghoib).

Benda pusaka sebenarnya bukanlah benda produksi alam ghoib, namun benda pusaka adalah berasal dari alam nyata milik kita namun diambil dan disembunyikan oleh bangsa ghoib. Seperti halnya keris maupun pedang milik prajurit perang kerajaan zaman dulu yang dibawa ke medan perang yang akhirnya berjatuhan, sehingga disukai oleh bangsa ghoib dan akhirnya diambil dan disembunyikan. Adakalanya benda-benda pusaka itu awalnya tidak berkhodam, namun setelah diambil dan disembunyikan oleh bangsa ghoib maka akhirnya si ghoib berdiam dan tinggal di dalam pusaka tersebut yang akhirnya pusaka itu memiliki khodam atau tuah.

Ilmu sedot pusaka pada umumnya adalah mengandalkan kekuatan dan bantuan khodam dari keilmuan tersebut, sehingga saat kita membaca keilmuan itu maka secara tidak langsung kita memperintahkan khodam ilmu untuk menarik dan mewujudkan pusaka. Namun ada juga ilmu sedot pusaka yang tidak mengandalkan bantuan khodam, tapi murni menggunakan potensi dalam diri kita seperti menggunakan tenaga dalam untuk menarik pusaka dan menggunakan ketajaman mata batin untuk melihat lokasi pusakanya. Dan dari kedua jenis ilmu itu juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Ada sebuah keilmuan warisan dari Kanjeng Sunan Kalijaga sebagai sarana melihat dan menarik pusaka dari alam ghoib. Diantaranya dengan melakukan sholat 1 (satu) rakaat dengan tanpa gerakan rukuk, i’tidal, sujud, dan seterusnya, namun hanya bersedekap saja seperti sholat mayit. Yang dilanjutkan dengan membaca rangkaian tawasul dan wirid hingga hitungan tertentu di lokasi yang dicurigai terdapat pusaka. Dan jika hajat kita diijabah, maka pusaka akan hadir dihadapan kita yang bisa langsung kita ambil dan dites tuahnya. Menurut beberapa pengamal keilmuan ini, kehadiran pusaka biasanya dengan diawali suara-suara aneh dan kilatan cahaya merah yang dapat kita lihat dan dengar. Jadi tidak ada proses perkelahian dan perebutan dengan penjaga pusaka tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan ilmu ini kenapa penjaga pusaka tidak marah jika pusaka itu kita tarik adalah karena ghoib penjaga pusaka merasa puas dengan ritual dan wirid yang kita lakukan dan merasa kita pantas untuk mengambil pusakanya.


Sekian kilasan ilmu sedot pusaka versi hikmah warisan Kanjeng Sunan Kalijaga. Jika berminat akan kami berikan ritual lengkapnya beserta cara menentukan lokasi yang terdapat pusaka. Insyaallah.

CARA MERAWAT DAN MEMANDIKAN PUSAKA

Kamis, 23 Oktober 2014 | 0 komentar

Cara Merawat Pusaka semacam keris,tombak ,dll

Keris – Tosan Aji – atau Pusaka adalah barang budaya. Oleh karena itu tidak pada tempatnya jika kita sembah sebagaimana kita menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Keris Pusaka pada umumnya dibuat oleh Empu dalam keadaan suci lahir-batin dan dalam keadaan dekat dengan Hyang Kuasa. Karenanya sudah sepatutnya keris kita perlakukan dengan hormat sebagai tanda hormat kita kepada sang Empu tadi. Dengan bijak, kita seyogyanya tidak menghina terhadap keris sekalipun kita tidak menyukai keris. Cukuplah jika keris kita simpan di tempat yang terhormat, yang suci, dan dihormati sebagai benda yang diberkati oleh Hyang Kuasa. Keris perlu dirawat sebagai layaknya benda budaya yang bermutu tinggi.

Menurut kebiasaan kuno, setiap pemilik tosan aji pada setiap malam 1 suro/muharram atau malam Jumat dan Selasa Kliwon membakar kemenyan/dupa didekat penyimpanan tosan aji, selain menyajikan bunga-bungaan. Semua bunga dan bakaran dupa itu disajikan sore hari dan baru diundurkan pagi harinya.
Ada mantra-mantra khusus yang mengiringi penyajian dupa dan rupa-rupa bunga yang akan kita lakukan. 
Untuk menjawab bagaimana tatacara yang lebih afdol dengan situasi sakral itu, berikut ini Kami bagikan beberapa mantra yang bisa dipilih salah satu, sesuai dengan keyakinan dan hati nurani kita. 
Berikut beberapa mantra yang dapat kita pertimbangkan ssb :
Mantra-mantra ini biasanya dibaca saat membakar dupa/kemenyan setelah menyajikan bunga telon di dekat tempat penyimpanan keris / tosan aji. Bunga telon terdiri dari : bunga mawar, kenanga, kantil dan melati. Acara ini biasanya dilakukan saat menjelang maghrib pada malam 1 suro/muharram atau Kamis Wage ( Malam Jum’at Kliwon ) dan/atau Senen Wage ( malam Selasa Kliwon/ Anggara Kasih ).

VERSI JAWA UMUM

-Khanjeng Kyai….. ( sebut nama keris /kodham kerisnya )
Dipun caosi dhahar ganda arum sekar arum,
Mugi Gusti Allah paringana pangapunten, wilujeng sak brayat kula,
angsala kabegjan, kamulyan, kaluhuran, kabingahan, kasembadan,
Paringana sandhang kalawan pangan, rejeki ingkang agung,
Angsala margi ingkang gampang,
Ingkang sengit dipunwelehna, ingkang sumedya awon sampun ngantos tumama,
Sageda sembada kuncara….


MANTRA YANG LEBIH ISLAMI

Sebelum membakar dupa, lakukan pembacaan :
-Al Fatikah 3 x - Al Ikhlas 3 x - Surat Al-An’am ayat 103 : 7 x
( surat Al-An’am 103 berbunyi : La tudrikuhul adsoru, wahuwa yu drikul absoro, wahuwa latiful khobir )
- artinya : Penglihatan manusia tidak bisa melihat Allah, tetapi Tuhan melihat/mengetahui segala penglihatan (manusia), Maha Halus dan Maha Waspada ( Tuhan itu ) .
-Lalu dilanjutkan iringan bacaan mantra sebagai berikut :
“Bismilahirohman nirrokhim. Sallalahu Alai Salam :
Gusti Allah nyuwun tumurunipun Aji Ratuning Wesi Pulasani,
Ajiku Rati wesi Pulasani dak jaluk gawemu,
Reksanen badan saliraku lan keluargaku kabeh salawase,
Kabeh umate Allah kang nedya ala kang kawruhan lan kang ora kawruhan, kang nedya namakake pitenah utawa piala utawagegaman sarupane apa bae, BALEKNA, aja nganti gepokan karo aku lan sakeluwargaku.
Saka kersane Allah sira kang dikersakake mbalekake.
Slamet… slamet… slamet salawase.
Qun Fayakun saka kersane Allah Pangeran sesembahanku. – Sallalahu Alai Salam. “


MANTRA BAHASA KAWI ( VERSI JAWA KUNO )

“Om awignam wastu, hanata sara inarcana,
Ulun yun miminta inggita,
De ina nugraha ri adika. Om, om, om. “ - ( mantra dibaca 3 x lalu dupa yang sudah menyala ditaruh ditempatnya )
Artinya : “ Ya Tuhan, jauhkan dari semua halangan. Tuhan kami Maha Kuasa yang kami sembah, Mohon isyarat anugerah dari-Mu yang lebih besar dan lebih kuat. Tuhanku. “


MANTRA VERSI KEJAWEN

“ Sallalahu alaisalam.
Sang lok putih, sang dhel putih, sang ter putih, sang puter putih, sang gumeter putih, sang tes putih, sang les putih.
Sang rasa kang mertapa jroning pusaka, lah padha sira metua.
Iki sekul putih ganda arum minangka tandha asihku,
Dak jaluk gawemu, ewang-ewangana njaga keslametanku sakaluwargaku kabeh ana ngendi bae.
Saka kersane Allah sira kadhawuhan padha mbiyantu uripku.
Ya Hu Ya Hu Ya Hu. “
( untuk keperluan tertentu, dalam kata “Dak jaluk gawemu : …. -bisa diisi dengan keperluan yang diinginkan oleh si pemilik pusaka “ ) 

Ada cara yang paling mudah yaitu kirim surat al fatihah kepada empu pembuat keris dan khodam keris itu sebanyak-banyaknya walaupun tidak tau nama empu atau khodam pusaka itu. sesudah itu olesi dengan minyak non alkohol sesuai dengan selera anda.

PELET KEMBANG KANTIL

| 0 komentar

Kembang Kantil...
Dari Gunung Padang

Harum Menyebar Wangi
Cantik Indah Mempesona
Putih Berseri Nan Bersih Rupawan
Mulus bersih bak gading

Dari ketinggian gunung Padang, Cianjur.
Tumbuh Pohon Berbunga Kantil.
Tirakat ditempat yang sarat aura gaib.
Mengantar kepada sang penunggu si Mbah Putri.

Kembang Kantil jadi sarana gaib untuk pengasihan.
Menghasilkan kekuatan gaib pengasihan tidak terkira.
Tidak ada yang mampu melawannya.
Semua terpesona akan pengaruhnya

Susuk Pengasihan Kembang Kantil namanya.
Menjadi ilmu dari mbah Putri untuk pengasihan.
Siapa yang mendapat karuhunnya.
Akan mendapatkan kekuatan pengasihannya.

Susuk pengasihan kembang kantil cukup dikibaskan diwajah
Tidak perlu ada yang masuk menjadi sengkala
Ketika diinginkan tinggal panggil mbah Putri
Sambil mengucap mantra sejati 

Inilah Susuk Pengasihan Kembang Kantil dari Gunung Padang
Susuk Gaib Pengasihan yang dahsyat tidak terkira
Siapa berani coba harus mampu mengendalikan diri
Atau akan menjadi sengsara dikemudian hari.

ASMA' JABBAL NUR

Selasa, 21 Oktober 2014 | 0 komentar

Bismillahirohmanirrohim. Kali ini akan mencoba membabar sebuah asma' yang agung yang disebut Asma' Jabbal Nur. Asma' ini pernah dibaca dan diamalkan oleh Nabi Muhammad SAW saat beliau berkholwat di Goa Hiro Jabbal Nur. Asma ini berkhodam dari bangsa malaikat yang proses dan cara bertemu dan berkenalan dengan khodamnya berbeda-beda di setiap si pengamalnya. Ada yang dengan melalui mimpi, perwujudan cahaya, suara yang menggelegar, dan bahkan ada yang bertemu langsung dengan wujud seperti manusia nyata. 


Asma ini memiliki banyak sekali fadhilah yang terkandung di dalamnya sehingga tidak dapat dijelaskan secara keseluruhan, namun pesan dari guru pengijazah keilmuan ini kepada saya adalah janganlah mengejar fungsi atau fadhilah dari asma ini. Karena semakin kita mengejar fungsi nya saja maka semakin lama pula kita bisa bertemu dan berkomunikasi dengan khodamnya. Dan dikarena kan khodam adalah dari bangsa malaikat yang suci maka dianjurkan kita sebagai pengamal asma ini nantinya haruslah bersikap suci dan bersih dari hal-hal perbuatan dosa dan maksiat serta wajib untuk tidak meninggalkan sholat 5 waktu.

Diantara fungsi atau fadhilah asma' ini adalah : 


  1. Apabila Asma’ ini di tulis pada cermin kaca yang bersih dan bening  kemudian letakkan cermin tersebut di bawah bantal  kepala ketika tidur, tanyakanlah pada khodamnya tentang apa saja baik pencuri, hal hal ghaib dll, Maka Khodamnya akan menjelaskan apa-apa yang kita tanyakan tadi dengan jelas sekali.
  2. Apabila ingin melihat Golongan bangsa  Jin dan memahami bahasa mereka serta mereka ta’at pada kita maka tulislah diatas kulit menjangan ( Kijang ) kemudian bakarlah sampai hangus, Abu dari bakaran tsb di pakai celak mata, Maka kita akan melihat golongan jin dan berbicara dengan bahasa mereka dan mereka para Jin akan taat serta patuh pada apa-apa yang kita inginkan.
  3. Apabila ingin menampakkan rahasia ilahiyyah maka bacalah selama 40 hari tiap harinya membaca asma’ ini 1370 x
  4. Untuk menundukkan semua musuh baik Jin, Manusia, Orang yang berilmu tinggi atau sakti, bacalah Asma’ ini 500 x selama 7 hari berturut – turut, maka semua musuh kita walaupun memiliki ilmu apapun akan kalah 
  5. Untuk menundukkan semua Khodam ayat, asma’ dan khodam yang ada di Alam ini bacalah lebih dari 98000 x bisa 3, 7, 11, 41, 48, 66, 90 hari sambil berpuasa biasa di waktu siangnya contoh kalau 98000 x selesainya 7 hari berarti puasa kita hanya 7 hari
  6. Dan masih banyak kasiat lain dan lebih bagusnya diistiqomahkan maka seluruh kasiat semua asmak yang ada didunia akan masuk kedalam diri kita dengan ijin Allah tentunya.

Lafadz asma' ini sangat singkat hanya terdiri dari 3 kata dalam bahasa arab. Dan nama dari khodamnya berada didalam lafadz bacaan asma tersebut. 

Insyaallah jika berjodoh maka akan saya berikan lafadz dari asma ini. Wallahu a'lam.

APA DAN BAGAIMANA SEDOT PUSAKA

Kamis, 18 September 2014 | 0 komentar


Pertanyaan :
Apa itu ilmu sedot pusaka ?

Jawab :
Ilmu sedot pusaka adalah ilmu warisan leluhur dan nenek moyang yang secara khusus adalah sebuah ilmu untuk menarik dan mewujudkan pusaka dari alam ghoib ke alam dzohir/nyata.

Pertanyaan :
Apa saja yang dimaksud pusaka ?

Jawaban :
Pusaka adalah benda yang umumnya berupa senjata yang memiliki tuah/fungsi khsusus yang jika pusaka tersebut dipergunakan oleh pemegangnya, maka tuah/fungsi tersebut akan bekerja dan dapat dipergunakan.

Contoh pusaka berupa gaman misalanya adalah keris, pedang, tombak, trisula, golok, samurai, kujang, badik, dll. Pusaka berupa batu misalnya adalah akik, mustika, merah delima, dll. Dan ada juga berupa benda-benda seperti batara karang, jenglot, rantai babi, gelang bahar, dll.

Pertanyaan :
Dimana biasanya lokasi pusaka terpendam ?

Jawaban :
Biasanya pusaka terpendam di lokasi-lokasi bekas pertempuran prajurit kerajaan seperti majapahit, mataram, sunda kelapa, dll. Namun ada juga pusaka yang berada di makam-makam keramat dan makam khusus yang memang sengaja ditanam pusaka miliknya semasa hidupnya.

Pertanyaan :
Bagaimana cara menyedot atau menarik pusaka ?

Jawaban :
Ini dia pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Hehe,,

Ilmu sedot pusaka ada berbagai macam versi dan cara mulai dari versi hikmah sampai ke versi kejawen. Namun kesemuanya berprinsip sama yaitu bertujuan untuk menarik dan mendzohirkan pusaka terpendam. Dari kesekian banyak versi dan cara ilmu sedot pusaka, ada juga yang memang benar-benar menggunakan ilmu teknologi canggih, seperti menggunakan metal detector untuk mendeteksi titik lokasi keberadaan pusaka dan kemudian menggunakan alat berat mulai dari cangkul sampai dengan tractor untuk mengeruk dan menggali pusaka.

Secara umum langkah-langkah untuk menarik/menyedot pusaka adalah sebagai berikut :
1.    Cari dan tentukan lokasi pusaka. Cara mengetahui lokasi pusaka bisa melalui cerita sejarah kerajaan, cerita orang setempat, melalui terawangan mata bathin, atau bisa juga melalui mimpi yang sengaja diniatkan untuk mencari tahu keberadaan pusaka.
2.    Setelah lokasi pusaka didapat maka selanjutnya melakukan ritual atau tirakat di lokasi atau bisa juga dilakukan di rumah dengan media sampel tanah dari lokasi dan sudah dikasih sarananya berupa minyak, sesajen, kelapa ijo, dll. Sarana sesaji tidak boleh sembarang kasih, tapi harus sesuai dengan permintaan si penjaga pusaka (sudah melalui komunikasi dan negosiasi). Namun jika penunggu pusaka minta sesaji yang berat dan aneh-aneh, maka lebih baik tidak dilanjutkan proses penyedotan pusaka karena akan berdampak negatif besar.
3.    Ritual yang umum dilakukan adalah dengan mengirimkan hadiyah fatihan kepada penunggu pusaka, dan pembacaan surat Al Ikhlas minimal 1.500 kali. Biasanya sebelum genap sampai hitungan 1.500 kali, maka pusaka sudah tersedot namun lebih baik pembacaan surat Al Ikhlas harus digenapkan sampai 1.500 kali.
4.    Setelah pusaka tersedot biasanya ada yang langsung dzohir namun ada juga yang belum dzohir ke alam nyata namun hanya berupa aura dan energinya saja. Jika hal itu terjadi maka bisa dibacakan sholawat sebanyak-banyaknya sampai pusaka benar-benar dzohir dan dapat dipegang.
5.    Selesai

Pertanyaan :
Apakah semudah itu untuk menyedot dan mendzohirkan pusaka ?

Jawaban :
Iya semudah itu saja caranya. Namun untuk mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi maka butuh keseriusan dan keyakinan tinggi dan tanpa keraguan sedikitpun.
Biasanya para pemula akan mengalami kegagalan yang berulang-ulang dan terlalu cepat berputus asa. Namun disitulah proses untuk mencapai keberhasilan. Jika sudah berhasil satu kali saja dalam proses penyedotan pusaka, maka selanjutnya akan lebih mudah.

Pertanyaan :
Ada yang bilang katanya jika ingin punya ilmu sedot pusaka, maka harus memiliki ilmu terawangan yang bagus, dan ilmu magnetisme yang bagus pula. Apakah benar ?

Jawaban :
Iya benar. Ilmu terawangan untuk mengetahui lokasi pusaka dan kemampuan berkomunikasi dengan penjaga pusaka. Ilmu magnetisme sebagai media kepekaan terhadap pusaka yang akan didzohirkan.

Pertanyaan :
Jadi kalau belum punya ilmu terawangan dan magnetisme, maka belum bisa menyedot pusaka ?

Jawaban :
Tidak  juga seperti itu. Untuk mengetahui lokasi pusaka tidak hanya dengan ilmu terawangan, namun bisa melalui mempelajari sejarah kerajaan, dan cari lokasi yang dijadikan tempat peperangan. Maka disitu 100% sudah pasti ada pusaka. Dan jika belum punya ilmu magnetisme maka bisa melakukan ritual seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Pertanyaan :
Apakah di makam-makam wali atau makam keramat juga ada pusaka ?

Jawaban :
Di makam-makam wali atau makam keramat tidak ada pusaka terpemdam, kecuali memang dulunya sengaja ditanam pusaka miliknya berbarengan dengan pemakamannya. Namun biasanya di makam-makam wali ada pusaka yang datang tersedot ke makam tersebut atau biasanya disebut pusaka munggahan.

Pertanyaan :
Apakah proses menyedot pusaka pendaman dan pusaka munggahan sama ?

Jawaban :
Beda. Pusaka munggahan bukan sengaja disedot atau ditarik, tapi dengan kita melakukan tawasul dan hadiyah fatihah kepada ahluh maqom, maka pusaka itu akan mendzohir dengan sendirinya.

Pertanyaan :
Apakah pusaka bisa habis ?

Jawaban :
Pusaka terpendam peninggalan peperangan kerajaan bisa habis tersedot, namun pusaka yang dapat disedot tidak akan pernah habis. Karena pusaka seperti keris masih terus diproduksi. Misalnya di daerah keraton solo dan jogja setiap tahun dilakukan produksi pusaka oleh para empu dan dilakukan pelarungan pusaka di bulan suro. Dan pusaka-pusaka larungan itu lah yang akhirnya diambil oleh danyang/penunggu pusaka dan disembunyikan, lalu bisa kita tarik/sedot.

Pertanyaan :
Mengenai ilmu sedot pusaka versi kejawen bagaiamana ?

Jawaban :
Ilmu sedot pusaka versi kejawen pun ada banyak jenisnya. Ada ilmu yang menggunakan bantuan khodam/jin untuk membantu proses penarikan pusaka, ada juga yang hanya menggunakan mantra khusus untuk menyedot pusaka.

Pertanyaan :
Jika menggunakan khodam bagaimana dan menggunakan mantra bagaimana ?

Jawaban :
Ilmu yang menggunakan khodam maka kita harus bertemu dengan khodam/jin tersebut dahulu dan biasanya akan dilakukan perjanjian dan persetujuan antara kedua belah pihak yang jika kita sanggup menepati permintaan si khodam/jin, maka khodam/jin tersebut akan bekerja untuk menarik dan mendzohirkan pusaka.

Ilmu yang menggunakan mantra adalah mantra khusus yang jika kita bacakan baik sengaja maupun tidak sengaja di lokasi ada pusaka, maka pusaka terpendam akan secara otomatis tersedot ke si pembacanya. Untuk mendapatkan lafadz mantra tersebut harus melalui ritual dan tirakat cukup berat dan hampir tidak semua orang awam yang sanggup mengerjakannya.

Pertanyaan :
Jadi lebih efektif mana antara ilmu hikmah atau ilmu kejawen ?

Jawaban :
Keduanya efektif. Namun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Pertanyaan :
Apakah bisa sekalian dibabar lebih detail mengenai kedua versi tersebut ?

Jawaban :
To be continued. Hehehe,,,,

Memohon Syafa'at dan bertawasul

Minggu, 14 September 2014 | 0 komentar

Memohon Syafa'at dan bertawasul

Pertanyaan : 

apakah syafa'at dan bertawasul kepada ulama orang-orang sholeh/hah dan kepada ahlul baitnya Nabi Muhammad dpierbolehkan atau di larang ??

Jawaban : 

Amirul Mukminin Umar bin Khatab pun melakukannya, beliau bertawasul pada Alloh dengan pamannya Nabi Muhammad Saw, ketika memohon hujan.

Sehingga didalam kitabnya yang berjudul Fathul Bari Syarahnya kitab Shohih Bukhori pada jilid 2 hal 497 Imam Ibnu Hajar Al-'Asqolani berkata : dalam mensyarahi Hadits bertawasulnya Sayyidina Umar bin Khotab dengan Sayyidina Abas Ra ini :

ويستفاد من قصة العباس إستحباب الإستشفاع بأهل الخير والصلاح وأهل بيت النبوة


Maka dari kisahnya Abas ini bisa disimpulkan, bahwa memohon syafa'at (pertolongan) dengan orang baik sholeh atau ahli baytnya Nabi itu sangatlah dianjurkan/penting

Alhamdulillah, Imam Al-'Asqolani ternyata menganjurkan memohon Syafa'at/pertolongannya orang-orang Sholeh dan ahli baitnya Nabi Muhammad Saw.

(Fathul Bari Syarah kitab Shohih Bukhori jilid 2 hal 497)

Bacan Palamea

Senin, 11 Agustus 2014 | 0 komentar

Bacan palamea crystal

 
Piranti pusaka ingkang wonten ing pasarean mriki kulo suwu jemedul kanthi kersaning Gusti Allah.